Mengapa masih ada seorang pemimpin yang pendendam

Selasa, 6 Maret 2012

 

Hari ini saya berkunjung ke salah satu sekolah Kristen di Kecamatan Grogol

begitu masuk di halaman parkir

satpam bertanya dari mana ?

 

Saya memperkenalkan diri

Nama Saya Surung Manullang dari Penerbit Erlangga

mau ketemu siapa ?

Kepala Sekolah SMP sahutku

 

Oh tidak ada, sudah pulang sahutnya

boleh juga dengan wakilnya sahutku,

wakilnya juga tidak ada, kata si satpam

dengan TU juga boleh, sahutku kembali

tidak boleh masuk tanpa janjian dulu,..

kata si satpam lagi

telepon aja itu nomornya,

kata si satpam sambil menunjuk plang sekolahnya

yang tertempel di dingding gedung sekolahnya.

dengan wajah yang dibuat-buat beringas.

 

kemudian saya memperkenalkan diri dengan seseorang

yang berdasi yang juga hadir di dekat satpam

Lalu dia berkata,..

bahwa kepala sekolah juga tidak ada,

wakilnya juga tidak ada

TU juga tidak boleh ditemui

 

lalu  dia menyahut kembali

memang Erlangga  masih ada,

bukannya sudah mati ?

mana itu salesman yang dulu kesini ?

 

lalu dia mendekati si satpam

sepertinya dia menegur si satpam

namun si satpam membela diri

menyatakan bahwa dia tidak memberi tahu apa-apa

 

Si Bapak yang berdasi pun pergi begitu saja masuk ke gedung sekolah
Selanjutnya si satpam bercerita;

itu tadi kepala sekolah SMPnya

sepertinya dia lagi sibuk dan tidak mau diganggu katanya

saya juga tidak berani mengijinkan masuk

karena dia sudah dua tahun tidak pakai Erlangga katanya.

 

Saya termenung,… agak lama

mengapa seorang pemimpin sekolah Kristen

menyangkal dirinya sendiri,

dan menolak orang lain yang berkunjung ke sekolahnya,

kalaupun ada kesalahan teman-teman terdahulu,

apakah akan ditumpahkan ke orang penggantinya ?

 

Bukankah sebaiknya dibicarakan ?

Dimana ajaran Kasih yang diajarkan Yesus,

Dimana sifat mengampuni yang diajarkan dalam Doa Bapak Kami ?

 

Seorang pemimpin datang untuk melayani,

seorang pemimpin memberi teladan

bagaimana mungkin saya melihat seorang pemimpin Kristen

mempertontonkan kebohongan, dan penyangkalan diri di hadapan satpamnya sendiri ?

 

Masih adakah kasih dan jiwa mengampuni

dalam diri seorang pemimpin Krisnten ?

 

Sebagai seorang Katolik

saya malu mengenal seorang pemimpin Kristen

seperti yang saya temui hari ini.

 

semoga Tuhan mengampuninya

 

Salam Damai

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s