Tiga Orang Bijak

 TIGA ORANG BIJAK  

Tiga orang bijak menempuh perjalanan jauh,

sebab meskipun mereka itu dianggap bijak di negara sendiri,

mereka cukup rendah hati untuk berharap,

bahwa perjalanan akan memperluas pikiran mereka.  

Mereka baru saja melangkah ke perbatasan masuk negara tetangga

ketika mereka melihat gedung cakar-langit di kejauhan.

Apa kiranya benda dahsyat hebat ini,

mereka bertanya pada dirinya.

Jawaban yang tepat tentunya:

Datang dan selidikilah benda itu apa.

Tetapi tidak, mungkin itu terlalu berbahaya.

Seandainya itu sesuatu yang meletus kalau orang mendekat?

Maka jauh lebih bijaksana menentukan dulu apa itu sebelum menyelidikinya.

Berbagai pandangan diajukan, diuji dan,

atas dasar pengalaman mereka yang sudah-sudah, ditolak.

Akhirnya diputuskan,

juga atas dasar pengalaman masa silam,

yang mereka miliki bertumpah-ruah,

bahwa benda tersebut, entah apa jenisnya,

itu hanya bisa ditempatkan di sana oleh kawanan raksasa.  

Ini membawa mereka pada kesimpulan,

bahwa lebih aman mereka menyingkiri tanah itu sama sekali,

maka mereka pulang kembali setelah menambahkan

sesuatu pada khasanah pengalaman mereka.  

Renungan:  

Pengandaian itu mempengaruhi Penelitian.

Penelitian menghasikan Keyakinan.

Keyakinan menimbulkan Pengalaman.

Pengalaman membuahkan Tindakan,

yang, pada gilirannya, menguatkan pengandaian.  

(DOA SANG KATAK 1, Anthony de Mello SJ, Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s