Melamar pekerjaan

Jumat, 16 April 2012

Hari ini saya mewawancarai dua orang pelamar kerja

keduanya laki-laki anak pertama dari tiga bersaudara

sama-sama jurusan D3 Managemen Informatika

Sama-sama sudah punya dua kali pengalaman bekerja

dan keduanya masih sama-sama lajang

Sebelum wawancara, saya membaca terlebih dahulu

berkas lamaran kedua pelamar

Dari caranya mengisi data pribadi

saya sudah bisa merasakan, bahwa satu orang diantaranya  tidak cocok jadi pemasaran

Saya sebut saja nama kedua pelamar ini si A dan B

Wawancara pertama dengan si A

Dia memperkenalkan dirinya,

pengalaman kerjanya, dan tujuannya melamar

dia bisa mengenali potensi dirinya,

keahlian komputer yang dimilikinya

dan manfaatnya untuk mendukung keberhasilannya

sebagai modal kerja di bidang pemasaran yang dilamarnya.

Dia berbicara dengan jelas, dan penuh percaya diri.

Ringkas cerita si A saya rekomendasikan untuk diberi kesempatan

ikut menjadi calon salesman, dan agar diberikan  kesempatan ikut masa training

Ketika wawancara dengan si B

Nada bicaranya saya rasakan tidak percaya diri

dia melamar sekedar mencoba, karena sesuai informasi dan anjuran dari temannya

yang sudah duluan bekerja di Erlangga,

namun dia tidak tahu bidang pekerjaan yang dilamarnya

dalam surat lamarannya pun dia tidak menyebutkan

bidang pekerjaan yang akan dilamar.

Ketika saya bertanya bidang pekerjaan yang lebih diminati

dengan jelas dia menyatakan bahwa dia lebih suka pekerjaan

yang sesuai dengan bidangnya, yakni olah data di komputer

Lalu kutegaskan pada si B bahwa bidang pekerjaan yang diinginkannya

adalah kerja kantoran, buka pemasaran yang akan berkecimpung di lapangan

Daripada menghabiskan waktu, saya usulkan agar wawancara tidak perlu kita lanjutkan

karena sudah jelas dia tidak berminat di bidang pemasaran

Si B setuju dengan usulan saya, dan dia saya persilahkan untuk pergi

setelah saya beri saran, jika ingin melamar pekerjaan,

sebaiknya melamar pekerjaan yang sesuai dengan keahlian,

atau bidang pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.

Dalam kasus ini, saya merasakan, bahwa

saya sudah mulai mampu menilai seseorang

berdasarkan  cara pelamar dalam  mengisi  form data base pelamar.

Dan perasaan itu bisa terbukti, setelah dilakukan wawancara langsung dengan si pelamar.

Semoga setiap orang yang melamar pekerjaan,

mengenali terlebih dahulu perusahaan  dan bidang pekerjaan

yang dilamarnya, karena mereka akan mempertaruhkan masa depannya

di perusahaan yang akan dia lamar.

Salam Damai.

2 comments on “Melamar pekerjaan

    • Ya betul, rasa percaya diri kita akan muncul, ketika kita memiliki minat terhadap sesuatu pekerjaan yang kita lamar. Rasa percaya diri itupun akan hilang, ketika kita tidak berminat pada bidang pekerjaannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s