Amsal

Minggu, 25 Maret 2012

Jawaban yang lemah lembut

meredamkan kegeraman,

tetapi perkataan yang pedas

membangkitkan amarah.

Amsal yang satu ini memberikan jawaban kepada saya:

mengapa orang-orang yang pintar bicara

dengan lemah lembut senantiasa disenangi orang.

Jawaban yang mengalah dan menurut

kepada atasan juga meredamkan amarah atasan.

Namun terkadang, mungkin sering,

atasan memberikan jawaban dengan amarah,

menuduh, menghakimi,

mereka berkata; tolol, goblok,

apa pekerjaanmu ?

kalau tidak sanggup lempar handuk saja !

kalau tidak mampu, mundur saja !

dan sejumlah kata-kata negatif lainnya.

Seingat saya, saya bukannya takut,

malah saya semakin benci terhadap atasan

yang bersikap seperti itu.

Amarah, perintah yang kasar,

ternyata tidak membangun,

lebih dominan jadi destruktif,

dan membuat demotivasi.

Semoga kita bisa introspeksi diri.

Salam Damai.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s